Selasa, 25 Januari 2011

Read Madrid

GENERAL INTRODUCTION

Where History takes shape

Some symbols represent the highest glory of History. Others talk about strength, honor, spirit of self-improvement, art, passion… There exist many symbols, but none like Santiago Bernabéu Stadium.
No other, because many of the most glorious pages of football History have been written inside its walls. From its tiers, some privileged have proudly seen the best players of all times raising a sport to the category of art. Here, more than anywhere else, one can understand the meaning of never surrendering for the love to one’s colors.
Welcome to the VIP Area of Santiago Bernabéu Stadium. Where History takes shape in an exclusive and special atmosphere.

Selasa, 18 Januari 2011

Man City Siap Menang

BENAHI PERTAHANAN
Satu cara bagi Manchester City (Man City) untuk melaju ke babak IV Piala FA adalah memperkuat barisan pertahanan saat menjamu Leicester dini hari nanti.

Komentar tersebut dilontarkan Nakhoda Man City Roberto Mancini menjelang laga kontra Leicester pada babak III di City of Manchester. Hasil 4-3 saat mengandaskan Wolverhampton Wanderers pada Liga Primer akhir pekan lalu menjadi cermin buruknya pertahanan The Citizens–julukan Man City. Karena itu,Mancini meminta pasukannya melakukan pembenahan,dimulai saat menghadapi Leicester.“Yang terpenting dalam sebuah pertandingan adalah kemenangan.Tapi,ke depan kami harus mengontrol permainan pada menit-menit terakhir pertandingan.

Saat unggul 4-1,Anda semestinya mencegah kebobolan dua gol bodoh pada sepuluh menit terakhir,” kata Mancini,menggambarkan buruknya pertahanan timnya saat melawan Wolves. The Citizens merupakan tim yang memiliki benteng tangguh. Mereka baru kemasukan 19 gol atau sama dengan pertahanan Manchester United (MU) dan Chelsea di Liga Primer.

Mancini khawatir melemahnya barisan belakang bakal memengaruhi target tim merebut poin sempurna di semua laga.Pada pertemuan pertama melawan Leicester,Minggu (9/1),kegagalan Man City meraih kemenangan,juga lantaran buruknya konsentrasi di pengujung laga. Agar kesalahan tidak terulang,Mancini berharap peran Gareth Barry sebagai gelandang tengah bisa memperkokoh pertahanan.

“Tidak ada yang meragukan kapasitas (kiper) Joe Hart.Tapi, dia butuh lini belakang yang solid,” sebut Mancini. Mancini memang tidak begitu khawatir dengan lini depannya. Italiano berusia 46 tahun ini sangat percaya diri dengan ketajaman para bombernya. Untuk menghadapi The Foxes–julukan Leicester–, Mancini kemungkinan besar akan menurunkan Carlos Tevez untuk berduet dengan Jo atau Emmanuel Adebayor.

Sementara ujung tombak anyar The Citizens Edin Dzeko harus puas duduk di kursi penonton. Sesuai peraturan FA, setiap klub wajib mendaftarkan pemain untuk laga replay babak III paling lambat pukul 24.00 pada Jumat (14/1) waktu setempat. Namun,nama pemain yang didatangkan dari VfL Wolfsburg itu pada 7 Januari tidak tercantum.

Salah satu kekhawatiran Mancini dalam pertandingan melawan The Foxes adalah Sven-Goran Eriksson. Mancini tahu betul kapasitas Eriksson dalam meracik pasukannya. Walaupun Leicester berjibaku di kompetisi Championship,Eriksson adalah salah satu pelatih paling berpengalaman di daratan Eropa.

Sebelum membesut The Foxes,Eriksson pernah menjadi juru kemudi Sampdoria,Lazio, timnas Inggris, timnas Pantai Gading, dan juga Man City.“Kami tampil bagus dan percaya diri pada pertemuan pertama. Saya harap itu akan berlanjut,” papar Eriksson dalam situs resmi klub.“Man City adalah klub yang tengah menanjak.Kami tidak boleh melakukan kesalahan ketika melawan klub seperti itu.” ■ hanna farhana